| Suka makan pedas? |
|
|
|
|
(62 hits) Sebetulnya rasa pedas pada cabai datangnya apa sih? Komponen pedas di cabai disebut Kapsaisin (capsaicin, http://en.wikipedia .org/wiki/ Capsaicin). Sifat kapsaisin ini hidrofobik (tidak suka air/tidak larut air) dan lipofilik (suka lemak/larut dalam lemak). Jadi, kalau nggak mau kepedesan, ada beberapa cara: Makan gula atau garam Supaya kapsaisin yang udah terlanjur menyebar dalam mulut tidak terasa, harus dicari 'saingan' yang bisa mengalihkan pedas. Komponen pesaing itu bisa molekul gula, garam,atau beberapa senyawa basa. Jadi teori mengunyah garam atau gula untuk menghilangkan pedas itu ada di sini. Minum yang Panas/Dingin Mengintervensi neuron dengan perlakuan panas atau dingin sehingga mengurangi sensitifitasnya. Jadi minum air panas-panas dan dingin-dingin atau kombinasi keduanya ada di sini. Tapi karena efeknya sesaat, rasa pedas ya bisa kembali lagi. Malah kalau minum minuman terlalu panas yang ada lidah terasa terbakar.. Minum/makan yang mengandung lemak Melarutkan kapsaisin yang ada dalam rongga mulut untuk kemudian dibuang atau ditelan. Kapsaisin yang bersifat lipofilik ini larut lemak, jadi pelarutnya juga lemak. Minum susu adalah yang paling baik dan jempolan karena rasanya cukup enak dan justru menyehatkan. Selain susu, makanan atau minuman mengandung lemak bisa efektif untuk menangkap kapsaisin seperti kuah bakso (pesan dengan sumsumnya), kuah gule (lemaknya kan edan banget), juice alpukat, gorengan, minyak ikan, dan lain-lain. Ngga minum/makan apa-apa. Tidak melakukan apa-apa toh sepuluh menit kemudian reda sendiri. Pedes pedes deh... ngunyah jalan teruuss. hahahahhaha! * diambil dari jalansutra dan berbagai sumber |
| < Prev |
|---|



